Pertama Kali Coba? Begini Panduan Steak untuk Pemula

Makan Steak

Pernah bingung saat pertama kali melihat menu steak? Mau tahu apa aja panduan steak untuk pemula yang harus dilakukan? Nama-nama bagian daging merah seperti sirloin, tenderloin, mungkin terdengar familiar, tapi belum tentu semua orang tahu perbedaannya. Bahkan, banyak yang belum memahami jenis potongan daging yang sedang mereka pesan.

Akibatnya, banyak orang belum mengetahui perbedaan setiap daging, sehingga kesulitan memilih steak yang sesuai dengan selera. Maka dari itu, pahami dasar-dasar ini biar pengalaman makan steak Anda jadi lebih menyenangkan dan tidak asal pilih!

Apa Itu Daging Merah?

Secara umum, daging merah adalah daging yang berasal dari mamalia, seperti sapi, kambing, atau domba. Disebut sebagai daging merah karena memiliki kandungan mioglobin yang lebih tinggi dibandingkan daging putih, seperti ayam atau ikan. Mioglobin merupakan protein pada sel otot yang berfungsi mengikat oksigen. 

Semakin tinggi kadar mioglobin, warna daging akan tampak semakin merah, baik dalam kondisi segar maupun setelah dimasak. Dari sisi nutrisi, daging merah merupakan sumber zat besi heme yang sangat baik. Jenis zat besi ini lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan zat besi non-heme yang berasal dari sumber nabati. 

Selain itu, daging merah juga memiliki berbagai kandungan nutrisi penting, seperti vitamin B12, seng, dan selenium yang berperan mendukung pembentukan sel darah merah, menjaga fungsi saraf, hingga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Lantas, daging merah apa saja jenisnya? Kuda, kambing, sapi termasuk daging merah. 

Kenapa Steak Identik dengan Daging Merah?

Steak umumnya menggunakan daging merah karena memiliki serat otot, kandungan lemak, dan cita rasa yang cocok diolah dengan metode pemanggangan atau pan-searing. Potongan daging seperti tenderloin, ribeye, sirloin atau striploin memiliki tekstur yang akan tetap empuk dan juicy ketika dimasak dalam waktu singkat dan suhu tinggi. 

Lemak yang meleleh selama proses memasak juga memberikan aroma khas serta rasa gurih yang menjadi ciri utama hidangan steak. Selain itu, daging merah memiliki struktur yang mampu mempertahankan kelembapan di bagian dalam meskipun bagian luarnya telah membentuk kerak kecokelatan (crust). 

Proses ini menghasilkan perpaduan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam, sehingga memberikan pengalaman makan yang khas. Karena alasan tersebut, daging sapi menjadi pilihan paling populer untuk steak, meskipun ada pula variasi steak yang menggunakan daging ayam, ikan, kambing, atau babi.

Cut Steak Paling Direkomendasikan untuk Pemula

Sebagai panduan steak untuk pemula yang ingin menikmatinya, tenderloin dan sirloin adalah dua pilihan potongan daging sapi yang paling direkomendasikan. Perbedaan tenderloin dan sirloin adalah dalam hal karakteristiknya, baik dari segi tekstur, rasa, maupun kandungan lemak.

Tenderloin

Tenderloin atau has dalam berasal dari otot psoas major yang terletak di bawah tulang belakang sapi. Karena otot ini jarang digunakan untuk bergerak, serat dagingnya sangat halus dan minim jaringan ikat. Hasilnya, tenderloin memiliki tekstur yang sangat empuk sehingga mudah dikunyah dan cocok bagi orang yang baru mencoba steak. 

Selain itu, potongan ini tergolong daging tanpa lemak (lean meat) dengan kandungan sekitar 150–180 kalori dan 5–8 gram lemak per 100 gram. Kandungan proteinnya mencapai sekitar 20–25 gram. Agar tetap juicy, tenderloin sebaiknya tidak dimasak terlalu matang.

Sirloin

Sementara itu, sirloin atau has luar berasal dari bagian belakang sapi yang lebih aktif digunakan untuk bergerak. Teksturnya sedikit lebih padat dibandingkan tenderloin, tetapi memiliki keunggulan berupa marbling dan lapisan lemak di salah satu sisi daging. Saat dipanggang, lemak tersebut akan meleleh sehingga menghasilkan aroma dan cita rasa gurih yang lebih kuat. 

Dalam 100 gram sirloin terkandung sekitar 200–250 kalori, 10–15 gram lemak, dan sekitar 20–25 gram protein. Jika ingin mengurangi asupan lemak jenuh, lapisan lemak di bagian pinggir dapat dibuang sebelum atau setelah dimasak. 

Secara umum, tenderloin cocok bagi Anda yang mengutamakan tekstur sangat empuk dan kandungan lemak yang lebih rendah. Sebaliknya, sirloin menjadi rekomendasi panduan steak untuk pemula yang menginginkan rasa daging yang lebih kaya dan gurih. 

Panduan Steak untuk Pemula yang Baru Mencoba

Bagi Anda yang baru pertama kali mencoba olahan steak, begini cara menikmatinya. 

1. Memilih Jenis Potongan Daging

Pilihan antara tenderloin dan sirloin bergantung pada selera serta kebutuhan nutrisi masing-masing. Jika mengutamakan tekstur yang sangat empuk dengan kandungan lemak lebih rendah, tenderloin merupakan pilihan yang tepat. Sebaliknya, bila Anda menyukai cita rasa daging yang lebih gurih dan kaya berkat marbling, sirloin layak dipilih.

Bagi yang sedang menjaga asupan lemak, pilih porsi secukupnya dan buang lapisan lemak berlebih pada sirloin sebelum dikonsumsi. Apa pun pilihannya, keduanya merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang.

2. Menentukan Tingkat Kematangan yang Tepat

Selain memilih potongan daging, tingkat kematangan steak juga memengaruhi tekstur dan cita rasa. Medium rare cocok bagi yang ingin menikmati steak yang lembut dan juicy, sedangkan medium menjadi pilihan ideal untuk pemula karena teksturnya empuk dengan bagian tengah yang tidak terlalu merah. Pilih tingkat kematangan sesuai selera agar pengalaman menikmati steak semakin maksimal

3. Memeriksa Tingkat Kematangan Steak

Setelah steak disajikan, Anda dapat memeriksa tingkat kematangannya dengan memotong bagian tengah daging. Hindari memotong bagian ujung atau area yang dekat dengan tulang karena hasilnya kurang mewakili tingkat kematangan steak secara keseluruhan.

4. Jangan Langsung Membuang Lemak

Lapisan lemak pada steak berperan penting dalam memberikan aroma dan cita rasa yang lebih gurih saat dimakan. Jika Anda tengah membatasi konsumsi lemak, sebaiknya pilihlah potongan daging yang lebih rendah lemak, misalnya tenderloin atau filet mignon, atau buang lemak sesudah menikmati sebagian cita rasanya.

5. Menerapkan Etika Menyantap Steak

Menikmati steak juga memiliki etika tersendiri. Pada gaya Amerika, pisau dipegang dengan tangan kanan dan garpu di tangan kiri saat memotong daging. Setelah itu, pisau diletakkan di tepi piring, lalu garpu dipindahkan ke tangan kanan untuk menyantap steak. Sementara gaya Eropa mempertahankan posisi pisau di tangan kanan dan garpu di tangan kiri hingga selesai makan

Saat menikmati steak, usahakan duduk tegak dengan siku tetap dekat ke tubuh agar terlihat lebih sopan. Hindari makan menggunakan tangan, kecuali untuk daging yang menempel pada tulang. Setelah selesai, letakkan pisau dan garpu berdampingan di atas piring sebagai tanda Anda telah selesai makan.

Kini Anda sudah mengetahui cara memilih potongan steak, menentukan tingkat kematangan yang tepat, hingga menikmati steak agar cita rasanya semakin maksimal. Saatnya mempraktikkan panduan steak untuk pemula tersebut bersama keluarga, pasangan, atau sahabat. 

Untuk pengalaman menikmati steak premium dengan kualitas daging yang terjaga, pilih Holycow yang asli, restoran steak yang didirikan oleh Founder Holycow Wynda Mardio. Nikmati beragam pilihan steak favorit yang dimasak sesuai tingkat kematangan pilihan Anda dan rasakan sensasi daging yang juicy, empuk, serta kaya rasa. 

Yuk, jadikan momen makan steak berikutnya lebih spesial bersama Holycow Steak!

Referensi

  • https://www.halodoc.com/artikel/sebutkan-daging-merah-ini-7-jenis-yang-wajib-tahu#h-apa-itu-daging-merah
  • https://www.halodoc.com/artikel/mengenal-perbedaan-daging-sapi-sirloin-dan–tenderloin?srsltid=AfmBOop0evpSlndcdEDB1ZaykmaU0UHUePpma_nTWiandNDfnL5rCciA
  • https://www.halodoc.com/artikel/tenderloin-sirloin-mana-steak-favoritmu?utm_source=chatgpt.com

Anda mungkin suka ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *