Sejarah Singkat Kopi

sejarah kopi

Minuman atau wedang kopi merupakan salah satu minuman yang sering dikonsumsi oleh banyak orang di dunia termasuk masyarakat Indonesia. Bahkan kopi menempati urutan kedua dari semua komoditas pangan yang dikonsumsi dan diperdagangkan di seluruh dunia.

Wedang Kopi merupakan minuman seduhan dari biji tanaman kopi dalam bentuk bubuk. Kopi bubuk adalah biji kopi  yang telah dikeringkan kemudian disangrai  dan digiling atau ditumbuk sehingga mempunyai bentuk halus.

Bacaan Lainnya

Istilah kopi dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa Belanda Koffie dan bahasa Inggris coffee yang secara etimologi berasal dari bahasa Turki yaitu kahveh yang konon diserap dari bahasa Arab yaitu qahwah yang berarti kekuatan.

Asal-usul Kopi

Awalnya kopi merupakan tanaman liar yang tumbuh di dataran tinggi Ethiopia. Menurut legenda, kopi mulai dikonsumsi manusia setelah para penggembala kambing di jazirah Arab memperhatikan ternaknya selalu energik setelah memakan buah merah kecil dan daun tanaman hijau dari tumbuh liar tersebut.

Akhirnya mereka mencoba memakan biji merah dari tanaman tersebut dan merasakan efek semangat dan gembira. Dari penemuan ini lantas kemudian menyebar dari mulut ke mulut bahwa ada tanaman yang bisa membuat semangat dan gembira setelah memakannya. Sejak itulah tanaman tersebut dinamakan tanaman qahwah yang berarti kekuatan.

Baca juga:  Landasan Atas Hak Jaminan Kesehatan Dan Kesejahteraan

Qahwah atau kopi pun menjadi makanan untuk meningkatkan energi dan semangat. Biji kopi yang berwarna merah dihancurkan, lalu ditambahkan minyak menjadi sebuah adonan yang berbentuk bundar dan menjadi makanan. Beberapa suku di Afrika hingga saat ini masih ada yang memakan kopi dalam bentuk seperti itu.

Tanaman qahwah (kopi) yang memiliki khasiat ini mulai diperdagangkan oleh orang-orang Afrika dan Arab kepada bangsa Eropa. Maka mulailah dikenal dengan nama coffe atau koffie. Biji kopi pun dibuat sebagai minuman yang mirip anggur karena kopi mengandung kafein yang bisa memberikan semangat.

Beberapa orang membuat minuman kopi  dengan menuangkan air mendidih ke biji kopi yang sudah dikeringkan dan tidak dicampur apapun. Istilah sekarang kopi jujur. Kopi menjadi alternatif dari minuman anggur yang pada saat itu banyak digunakan sebagai minuman yang memiliki khasiat remedis selain minuman sosialisasi.

Kopi menjadi minuman yang lebih nikmat lagi setelah ditemukannya mesin penggiling biji kopi untuk mempermudah produksi kopi menjadi minuman. Pada abad 17 Café pertama di Venezia, Italia menyediakan kopi sehingga Italia membudayakan cara penyeduhan dan penyajian kopi terbaik yang kemudian muncul istilah Barista Si Peracik Kopi.

Khasiat Kopi

Kopi merupakan keluarga dari Rubiaceae genus Coffea. Sudah ada 80 spesies kopi yang diidentifikasi di dunia namun kopi yang sering diproduksi dan dikonsumsi oleh masyarakat dunia adalah kopi robusta dan arabika karena dua spesies kopi yang sering dibudidayakan dan memberikan nilai ekonomis .

Baca juga:  Pengertian Egaliter

Banyak masyarakat dunia mengolah kopi menjadi minuman bahkan makanan yang berkualitas dan memiliki harga jual. Apalagi khasiat kopi pun mulai digunakan juga sebagai obat.

Kopi Arabika dan Robusta memiliki perbedaan diantaranya iklim ideal untuk tumbuh, aspek fisik, dan komposisi kimia. Selain itu rasa yang dihasilkan dari 2 jenis kopi ini berbeda. Baca Kandungan Kimia Pada Kopi Arabika dan Robusta.

Kopi arabika menghasilkan rasa yang lebih unggul dan aroma lebih baik dibandingkan dengan yang lainnya sedangkan kopi Arabika menghasilkan rasa yang lebih pahit. Banyaknya perbedaan pada 2 jenis kopi ini tentu berhubungan dengan komponen kimia yang terdapat pada 2 jenis kopi tersebut.

Banyaknya penelitian tentang kafein yang terkandung di dalam kopi, yang menyebabkan senyawa lain menjadi bermanfaat seperti asam klorogenat di dalam kopi. Selain itu, adanya aktivitas senyawa asam klorogenat pada biji kopi yang dapat menghasilkan efek farmakologi.

Asam klorogenat adalah senyawa kimia yang terkandung didalam biji kopi. Senyawa tersebut dapat dihidrolisis dengan dilakukan penyangraian atau pemanggangan. Banyaknya efek farmakologi asam klorogenat seperti antivirus hepatitis B, antihipertensi, antidiabetes, sebagai antioksidan dan hepatoprotektor dapat dijadikan sebagai alternatif dan pengembangan obat baru.

 

Sejarah Singkat Kopi

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *