Pengertian Ras Manusia Menurut Beberapa Ahli

Manusia yang tinggal di muka bumi ini memiliki beragam ciri seperti warna kulit, warna rambut dan bentuk rambut, bentuk kepala dan muka, bentuk dan warna mata, dan lain sebagainya. Ciri-ciri fisik manusia tersebut dalam konsep keilmuan disebut ras manusia.

Pengertian ras manusia secara umum adalah suatu kategori atau pengelompokan sejumlah orang berdasarkan (terutama) karakteristik fisik tubuh, seperti warna kulit, bentuk dasar tengkorak kepala, tekstur rambut, bentuk mata atau hidung, dan atribut-atribut fisik lain yang sangat subjektif.

Kata ras berasal dari bahasa Prancis dan Italia ”razza” untuk menjelaskan dan mengklarifikasi sekumpulan orang yang dapat dibedakan menurut karakteristik fisik. Asal mula penggunaan istilah ras diperkirakan muncul sekitar tahun 1.600. Saat itu, Frangois Bernier, seorang antropolog kebangsaan Prancis, pertama kali mengemukakan gagasan tentang pembedaan manusia berdasarkan kategori atau karakteristik warna kulit dan bentuk wajah.

Pengertian Ras Menurut Beberapa Ahli

Immanuel Kant, mulai menggunakan frasa ”ras” ini dalam bahasa Jerman pada 1770. Istilah ras digunakan untuk membedakan keberadaan manusia berdasarkan kategori biologis. Ras dalam bahasa Jerman ini sepadan dengan kata bahasa Inggris races of mankind.

Pandangan itu kemudian digunakan secara luas oleh para antropolog (fisik) di akhir abad ke-18 dan ke-19, sehingga mereka menjadikan warna kulit untuk menentukan sifat-sifat hierarki kelompok. Dalam antropologi klasifikasi ras yang populer adalah Ras Kaukasoid, Ras Mongoloid, Ras Negroid dan Ras Australoid.

Ada beberapa pengertian ras menurut beberapa ahli disiplin ilmu dengan penjelasan singkatnya.

Definisi Ras menurut Para Ilmuwan Biologi

Gill dan Gilbert (1988). Definisi ras merupakan pengertian biologis yang menjelaskan sekumpulan orang yang dapat dibedakan menurut karakteristik fisik yang dihasilkan melalui proses reproduksi. Acap kali ras merupakan status sosial yang didefinisikan oleh istilah kebudayaan daripada ras dalam istilah biologis.

Kadang-kadang, perbedaan antara kelompok etnik itu meliputi lebih dari satu kebudayaan. Klasifikasi ras dan rasial meliputi tampilan fisik, yang juga menjadi dasar untuk membedakan kelompok etnik itu.

Kottak (1991). Pengertian ras dapat ditinjau dari dua segi: (1) sebagai konstruk sosial (social construction); dan (2) konstruk biologis (biological construction). Pada umumnya, para ahli menggunakan dua pendekatan ini ketika mempelajari keberagaman biologi/hayati, yakni mengelompokan sesuatu secara rasial dan menjelaskan perbedaan sesuatu itu secara khusus.

Demikian pula cara ilmuwan memberikan perhatian pada ras yang secara teoretis. Ras bersifat biologis (biological race) adalah sebuah kelompok yang berbeda, karena para anggotanya memiliki perangai genetik dan bawaan dari leluhurnya. Mereka meyakini bahwa keberadaan ras itu ada dan sangat penting, untuk membedakan orang banyak dalam kebersamaan suatu masyarakat yang secara biologis sama.

Daljoeni (1991). Arti ras adalah:

  1. suatu kategori tertentu dari seseorang yang bisa superior maupun inferior, yang acap kali ditandai oleh karakteristik fisik, seperti warna kulit, tekstur rambut, dan lipatan mata;
  2. pengelompokan manusia ke dalam kategori-kategori yang berbeda berdasarkan karakteristik biologis. Ada beberapa variasi skema dari klasifikasi ras berdasarkan karakteristik fisik, seperti warna kulit, bentuk kepala, warna mata, ukuran hidung, dan lain-lain.

Sebuah klasifikasi yang terkenal terdiri dari empat: Kaukasoid, Mongoloid, Negroid, Australoid. Istilah tersebut populer dalam antropologi, tapi dianggap gagal menjelaskan beragam variasi kategori bentuk fisik lain di luar empat kategori itu; apalagi acap kali pembagian itu dianggap rasisme.

Definisi Ras dan Kelompok Ras menurut Para Ilmuwan Sosial

Feagin (1993). Mengutip Oliver Cox, mengemukakan tentang ras bahwa setiap orang dapat dibedakan, atau mengakui perbedaan diri mereka, dalam relasi sosial dengan orang-orang lain karena karakteristik fisik mereka. Dari definisi perspektif sosial, kita tidak melihat karakteristik warna kulit, sehingga ia mungkin saja tidak bermakna, dan karenanya ia hanya bermakna secara sosial saja.

Pierre van den Berghe. Ras sebagai kelompok manusia yang mengartikan dirinya atau diartikan oleh orang lain, yang berbeda dari kelompok lain berdasarkan karakteristik fisik.

Suatu kelompok ras tidak selalu digeneralisasi secara alamiah, namun dapat digeneralisasi sebagai kelompok sosial yang dibagi berdasarkan in group dan out group, antara kelompok superior dan inferior, antara mayoritas dan minoritas, antara dominan dan subordinasi. Sebuah pengertian yang secara khusus berdasarkan karakteristik fisik yang bersifat subjektif.

Hargett, dalam Kendall (2003), mendefinisikan ras sebagai istilah yang bersifat biologis, yang digunakan untuk mengelompokkan anggota dari mereka yang spesies-nya sama yang dibedakan dengan orang lain. Akibat beragamnya definisi tentang ras tersebut,menurut Kendall, banyak pakar sosial di AS sebenarnya telah gagal mendefinisikan etnik dan ras.

Kata Hargett, sebenarnya baik etnik maupun ras berhubungan dengan sekelompok manusia. Kalau kelompok itu kita hubungkan dengan dasar biologis, kita sebut ras; dan kalau dihubungkan dengan tradisi kebudayaan, kita sebut etnik.

 

Pengertian Ras Manusia – Kanal Pengetahuan

Loading...

About the Author: Kanal Pengetahuan

Kanal Pengetahuan merupakan media diseminasi (dissemination) yaitu penyebaran informasi dan pengetahuan kepada publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *