daftar iklan mgid

7 Tips Aman Bertransaksi Digital

Aman Bertransaksi Digital

Percaya deh bertransaksi digital saaat ini akan membuatmu hidupmu menjadi lebih keren dan lebih maksimal dengan gaya yang minimalis. Selain lebih praktis, belanja pakai dompet digital itu juga akan menghindarkan kita dari kembalian receh yang terkadang digantikan permen sama mba kasir.
Jadi uang kita yang walau cuma receh itu bisa terkumpul jadi banyak jika ditabung dan tidak digantikan permen.

Transaksi Digital

Dilihat dari perkembangannya, media pembayaran nontunai atau transaksi digital dari tahun ke tahun terus berkembang dan semakin canggih saja. Diawal saya bertransaksi digital itu masih menggunakan kartu ATM yang digesekkanke mesin Electronic Data Capture (EDC) untuk membayar belanjaan saya.

Fyi, kartu ATM dan kartu debet adalah sama, satu kartu dengan nama yang berbeda tergantung penggunaanya. Jika dipakai mengoperasikan mesin ATM maka disebutlah kartu ATM sedangkan jika dipakai untuk pembayaran dimerchant yang menyediakan mesin EDC maka namanya kartu debet.

Dan yang paling terbaru yaitu bayar belanjaan dengan scan kode QR dengan menggunakan dompet digital seperti GoPay, OVO, Link Aja, dan Dana.

Tips Aman Bertransaksi Digital

Tapi tahukah kamu dibalik kepraktisannya, bertransaksi digital juga tidak terlepas dari pencurian data yang akibatnya bisa sangat merugikan pemilik sah dari akun yang dibajak. Dan Bank Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah membuat beberapa peraturan untuk menjamin keamanan data nasabah dalam bertransaksi digital.

Terkadang kita sebagai pemilik data atau nasabah yang seringkali lalai karena ketidaktahuan kita akan hal apa saja yang dapat membuat keamanan data yang kita miliki kemudian bocor kepada orang lain.

Baca juga:  Pengertian Rem Kendaraan dan Fungsinya

Berikut 7 tips aman bertransaksi digital dari owner www.ifandhamyi.com agar keamanan dan rahasia data kita tidak sampai bocor ke orang lain.

1. Jangan Gunakan Jaringan Publik

Hindari untuk mengakses internet banking dengan menggunakan jaringan publik seperti wifi ditempat umum, karena beresiko data kita akan udah diakses oleh orang lain.

2. Periksa Alamat Situs

Selalu pastikan ejaan alamat situs internet banking yang biasa kita akses, apakah sudah sesuai atau tidak. Jika menemukan perbedaan, teliti baik-baik dan bila perlu konfirmasikan ke pihak bank.
Karena di beberapa kasus yang biasa terjadi, pelaku kejahatan transaksi online membuat situs yang sangat menyerupai dengan situs yang dimiliki bank untuk menjebak nasabah yang kurang teliti.

3. Jangan Sembarangan Mengunduh Applikasi

Lebih berhati-hati lagi saat akan mengunduh applikasi banking anda, pastikan menggunakan applikasi resmi dari bank dan terdaftar di Playstore atau Appstore. Sebab akan beresiko terjadi peretasan dan pencurian data transaksi nasabah.

4. Jangan Abaikan Notifikasi

Setiap selesai melakukan transaksi digital seperti penarikan uang dari ATM, transfer uang, bayar belanjaan online, biasanya dari pihak bank akan mengirimkan notifikasi melalui sms sekedar pemberitahuan. Selalu perhatikan jumlah nominal pada notifikasi tersebut dan pastikan jumlahnya sesuai dengan transaksi yang dilakukan, jika ada notifikasi yang tidak sesuai dan mencurigakan segera menghubungi pihak bank.

Baca juga:  Pengertian Pondok Pesantren

5. Jaga Kerahasiaan Pin dan Password

PIN atau Sandi merupakan sesuatu yang mesti rajin temans update untuk menghindari peretasan akun bank. Sering mengganti PIN atau password kartu ATM memang juga sesuatu yang sering disarankan oleh pihak bank. Serta jangan menyimpan PIN ATM di tempat yang mudah diakses orang lain.

6. Log Out Setelah Transaksi

Setiap selesai bertransaksi pastikan untuk selalu log out atau keluar dari applikasi mobile banking, ya.

7. Jangan Lengah

Terkadang saat mengakses internet banking, juga sedang melakukan kegiatan lain yang sebetulnya hal tersebut dapat memecah konsentrasi dan membuat menjadi tidak fokus. Kalau sudah begitu terkadang kita menjadi tidak sadar terhadap hal-hal yang kadang sepele. Jadi tetap awas dan jangan lengah, yaa.

Kesimpulannya bertransaksi digital merupakan gaya hidup modern jaman sekarang yang terbukti memberikan banyak manfaat dalam kehidupan kita dan dapat menjadi salah satu kegiatan yang membuat kita selalu jaga jarak aman ditengah pandemi covid-19 yang belum mereda sepenuhnya ini.

Jadi jangan ragu untuk mulai bertransaksi digital, apalagi program Bank Indonesia saat ini yaitu agar UMKM di kota hingga pelosok desa segera melek digital dengan memiliki metode pembayaran scan kode QR untuk memajukan ekonomi nasional.

Referensi :

  • https://www.bi.go.id/

 

Tips Aman Bertransaksi Digital

Kanal Pengetahuan

Kanal Pengetahuan merupakan media diseminasi (dissemination) yaitu penyebaran informasi dan pengetahuan kepada publik.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *