Alasan dan Cara Berhenti Donasi UNICEF

Ada banyak alasan bagi seseorang untuk bergabung menjadi donatur Unicef, namun tidak sedikit pula alasan yang membuat donatur mengundurkan diri dengan Cara Berhenti Donasi UNICEF. Apapun alasannya, UNICEF Indonesia menghargai sumbangan dan berterima kasih kepada para donatur. Apalagi sifat dari donasi tidak mengikat, jadi sewaktu-waktu dapat diberhentikan oleh mereka. Berikut salah satu kisah dari seorang donatur Unicef.

Dulu, Budi begitu terenyuh saat melihat gempa bumi dan tsunami hebat melanda Palu pada tahun 2018 lalu di televisi. Bahkan butiran air mata sempat menetes dari sudut  matanya. Bagaimana tidak, ribuan nyawa melayang akibat bencana tersebut. Dan yang paling dipikirkan Budi adalah bagaimana nasib anak-anak yang kehilangan orang tua dan tempat tinggalnya? Budi pun lantas bergabung menjadi donatur rutin dengan menyumbang setiap bulan melalui pemotongan saldo kartu kredit otomatis.

Alasan Berhenti Donasi UNICEF

Budi memiliki alasan memilih donasi rutin bukan karena ingin dianggap “Pendekar Anak” namun hanya masalah kepraktisan saja sekalian menyisihkan gajinya untuk yang membutuhkan. Namun, tidak disangka perusahaan tempat Budi bekerja mengalami pailit sehingga terjadi banyak PHK dan Budi merupakan salah satu karyawan yang kena PHK. Budi pun hanya bisa pasrah dan mencoba menjadi kerja di tempat lain.

Sambil menunggu panggilan kerja, tiba-tiba ada pemberitahuan dari pihak UNICEF bahwa sudah berhasil memotong saldo kartu kredit untuk donasi bulan depan. Barangkali nilainya tidak seberapa saat masih menerima gaji rutin setiap bulan. Akan tetapi saat ini Budi sudah tidak menerima gaji lagi dan terasa berat untuk berdonasi rutin apalagi dengan autodebet kartu kredit. Untuk itu, Budi mencari tahu cara berhenti donasi Unicef untuk sementara waktu hingga menunggu mendapat pekerjaan baru.

Cara Berhenti Donasi UNICEF

Sebenarnya jika membaca Term and Condition sudah ada penjelasan cara berhenti donasi Uncef yang dapat dilakukan. Hanya saja panjang sehingga orang malas membacanya. Namun setidaknya pasti ada secarik kertas pemberitahuan untuk nomor telepon dan email yang dapat digunakan jika ingin berhenti donasi, saat pertama kali mendaftar.

Untuk mengingatkan kembali bagi para donatur rutin UNICEF jika ingin berhenti memberikan donasi, ada 2 cara berhenti donasi Unicef, yaitu:

1. Menghubungi layanan donatur UNICEF resmi.

Cara berhenti donasi UNICEF yang sangat disarankan adalah menghubungi nomor layanan donatur resmi saat ini, yaitu (021) 8066 2100. Harap diperhatikan bahwa nomor layanan donatur ini berlaku pada jam operasional kantor UNICEF hari Senin – Jumat pukul 09.00 – 17.00 wib. Nomor ini berbeda dengan nomor untuk berdonasi.

2. Kirim Email

Selain cara berhenti donasi UNICEF melalui layanan telepon, dapat juga mengajukan permohonan berhenti lewat email. Silahkan tulis identitas lengkap serta alasan berhenti menjadi donasi Unicef di Indonesia, kemudian kirim ke: ids.donorlove@unicef.org

Catatan: untuk nomor layanan donatur bisa saja sudah berubah dengan nomor yang diberikan saat mendaftar, namun identitas donatur bisa diketahui jika menghubungi dengan menggunakan nomor telepon yang didaftarkan.

Semoga informasi Cara Berhenti Donasi UNICEF di atas dapat membantu para donatur rutin agar tidak lagi menerima tagihan bulanan lewat kartu kredit.

Donasi Online UNICEF

Jika mau donasi online, kunjungi Situs Penggalangan Dana Unicef Indonesia resmi yaitu di https://www.supportunicefindonesia.org melalui desktop atau smartphone. Kemudian pilih tipe dan cara donasi serta melengkapi identitas agar dapat bergabung menjadi donatur UNICEF Indonesia untuk membantu anak-anak.

Donasi Online UNICEF

UNICEF Untuk Anak-anak Indonesia

UNICEF Indonesia telah mengabdi lebih dari 61 tahun untuk anak-anak di Indonesia.  Melalui donasi dari masyarakat, UNICEF Indonesia mendukung Pemerintah untuk mengutamakan anak-anak dengan berinvestasi dalam kelangsungan hidup, perkembangan, dan perlindungan anak serta memastikan tidak ada anak-anak Indonesia yang tertinggal.

UNICEF (United Nations Children’s Fund) untuk pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 1948 dengan memberi bantuan darurat untuk mencegah kelaparan di pulau Lombok. Setahun kemudian, pada tahun 1949 UNICEF melakukan perjanjian kerja sama resmi pertama kali dengan Republik Indonesia yang baru merdeka untuk membangun dapur susu di Yogyakarta yang mana menjadi pusat pemerintahan baru pada waktu itu.

Pada tahun 1969, UNICEF beserta organisasi PBB lainnya memberikan bantuan teknis untuk penyusunan REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun) pertama di zaman orde baru.

Dalam perkembangannya, salah satu bentuk efektivitas UNICEF adalah program dan bantuannya pada Indonesia, misalnya:

  • Program Kesehatan dan Gizi guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan membantu perawatan dan pengalokasian sumberdaya.
  • Program Pendidikan Dasar Untuk Semua, yang dilakukan dengan bekerjasama dengan pemerintah Indonesia.
  • Program lain seperti Perlindungan Anak, Memerangi HIV/AIDS, dan Penyediaan Air dan  Kebersihan Lingkungan.

Oleh karena itu UNICEF Indonesia akan terus memberikan informasi secara transparan terkait dengan kegiatan yang telah dilakukan, penggunaan donasi dan termasuk jika ingin tahu cara berhenti donasi UNICEF Indonesia kepada seluruh masyarakat.

 

Alasan dan Cara Berhenti Donasi UNICEF

Loading...

About the Author: Kanal Pengetahuan

Kanal Pengetahuan merupakan media diseminasi (dissemination) yaitu penyebaran informasi dan pengetahuan kepada publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *